 |
| Beberapa siswa/siswi kelas X.9 di enhaii (jangan cari saya disitu karena saya tidak ikut) |
Hari ini, tepatnya sabtu 14 Juni 2014 aku baru saja menyelesaikan ujian akhir semester kelas X, dengan harapan saat menerima rapor nanti aku bisa mendapatkan nilai yang terbaik, tak terasa sudah hampir satu tahun aku menjalani masa putih abu-abu, yang kata orang masa ini, adalah masa peralihan atau menurut geografi ini musim pancaroba.
Musim ini sebagai tangga untuk mencapai masa depan, kemapanan, dan kedewasaan, di musim ini juga banyak orang terperangkap oleh kenaifan, keegoisan dan rasa penasaran yang berlebihan.
SMA yang katanya adalah masa-masa indah remaja, namun itu belum terlalu berarti bagiku, setelah 1 tahun berada di sma aku tidak terlalu merasakan perbedaan, kecuali semangat belajar yang meningkat, walau hanya sedikit.
Diberi sebuah kemampuan merupakan anugrah dari tuhan, namun jika kemampuan itu menyulitkan diri sendiri, apa gunanya?
Kesulitan-kesulitan yang kualami saat sma adalah, sulit untuk menolak permintaan dari teman, baik itu seorang wanita ataupun pria.
Terkadang kebaikan juga menyusahkanku, terlalu mencolok di kelas juga membuatku merasa terasing, pada semester pertama aku mulai membuat orang mengenaliku, namun di semester kedua aku sedikit berubah menjadi lebih pendiam, dan perubahan yang paling jelas akan terlihat saat ambil rapor esok.
Penjurusan juga menjadi masalah buatku, aku masih bingung akan ke IPA atau IPS, di ipa aku sangat menyukai pelajaran seperti biologi dan kimia, dan di ips aku sangat menyukai pelajaran Ekonomi
pelajaran lain di ipa seperti fisika atau mtk aku menyukainya namun sulit untuk dimengerti, lain lagi pelajaran ips seperti geografi dan sosiologi, aku bisa mengerti, namun nilai ulangan dan raporku selalu jelek.
Di kelas aku termasuk anak yang aktif, namun bukan hyperaktif, dalam kehidupan tentu kita akan menemukan orang yang menyukai kita ataupun membenci kita, dimanapun kita berada.